Senin, 05 Mei 2014

KRISIS KAPITALISME , GEJOLAK SOSIAL DAN MEMBANGUN GERAKAN RAKYAT

0 komentar

Oleh : Restu Baskara

Bicara tentang krisis kapitalisme yang melanda di belahan dunia ini, di Negara-negara Eropa terjadi akan ada penurunan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun ini sampai 2012.  Yunani sudah kembali menggunakan mata uang negaranya kembali, karena dinilai menggunakan mata uang Euro tidak efektif dalam perekonomian. Dan  berharap supaya turis-turis asing ke Yunani semakin meningkat. Belum lagi konflik Inggris dengan prancis terkait dengan financial. Inggris yang masih menggunakan mata uangnya sendiri tidak mau mendukung Negara-negara pengguna mata uang Euro yang terkena krisis. Sehingga Negara-negara capital yang terkena krisis mencari alternative sumber untuk penyelamatan krisis ini. Potensi penyelamatan krisis kapitalisme terletak di Timur Tengah , karena daya belinya semakin tinggi. Karena disini terdapat sumber minyak yang tinggi sebagai sumber energy yang masih domain dipakai manusia.

 Maka tidak heran jika Negara-negara capital mempunyai kepentingan disini. Kita lihat Libya, yang terdapat investor asing dari Prancis. Sementara Negara-negara asing dan pemodal asing menginvestasikan modalnya di Indonesia dalam bentuk surat berharga seperti Surat Utang Negara ( SUN), obligasi, dan surat berharga lainnya yang Investasi lebih bersifat portofolio. Jasi masih minim investasi dalam sector riilnya. bahayanya besarnya investasi Indonesia diportofolio, SUN justru menambah hutang Indonesia. Rasio hutang dengan jumlah penduduk yaitu setiap bayi lahir dibebankan 7,5 juta untuk bayar hutang.

Di tingkatan eropa , Inggris menolak dana talangan Internasional. Dan  IMF menagih 180 negara yang terlibat hutang yang sudah jatuh tempo  kepada IMF. Siapa yang kemudian diuntungkan dalam krisis ini ?  memang lembaga Internasional. Dan ada negosiasi ulang di lembaga2 Internasionalnya untuk meringankan hutangnya. Makanya banyak Negara memangkas subsidi untuk rakyatnya, seperti yang terjadi di Prancis, Italia dan Yunani.

Pusat ekonomi dunia, Amerika justru Negara no.1 hutangnya paling tinggi di dunia. Lembaga internasional IMF diuntungkan jika negara-negara penghutang membayar ke IMF. Tapi memang mau tak mau Negara yang terlilit hutang di lembaga Internasional harus membayar hutangnya , minimal mencicil hutang tersebut. Di Inggris BUMNnya semakin sedikit, karena banyak privatisasi usaha tapi subsidi lumayan besar diberikan di pendidikan dan  kesehatan. Dan banyak penjarahan terjadi di Inggris. Jalan keluar solusi kapitalisme seperti apa sampai sekarang belum bisa menjawab. Kalo jaman Keynesian, ada system New Deal ( kebijakan baru ) terkait dengan pembangunan infrastruktur. Tapi apakah itu jalan keluar yang permanen?

 Menurunnya produk Amerika yang kalah bersaing dengan Cina. Cina sebagai kekuatan perekonomian baru yang kuat ,dengan jumlah penduduk yang tinggi yang didorong pembangunan industry. Kalau untuk SDA tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Akan tetapi Cina cukup berhasil dalam mengembangkan industry nasionalnya sehingga bisa menghasilkan komoditi yang besar untuk diekspor ke Negara-negara lain , khususnya Negara-negara berkembang.
Memang kalau bicara krisis, kapitalisme pasti akan mengalami krisis. Kita bisa lihat sejarah bagaimana kapitalisme itu akan menghasilkan krisis. Sekarang ini negara-negara Eropa sedang mengalami krisis.  Dan negara-negara maju yang notabene Negara kapitalisme semuanya, di kelompok G7 yang selalu berusaha mencari jalan keluar atas penyelamatan krisis yang ada. Dengan mengekspansi, mendirikan perusahaan manufaktur di negara-negara berkembang, dan mengeksploitasi SDA dan SDMnya , serta mengakumulasi modal. Belum lagi krisis pangan yang lagi-lagi negara-negara pemodal mencoba memenuhi kebutuhan pangannya dengan mengeksploitasi potensi pangan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Masalah agraria menjadi polemic. System agraria yang diterapkan belum rapi. Negara yang krisisnya parah justru Negara yang BUMN nya kecil seperti Amerika dan Yunani. Termasuk juga Indonesia. Kuba perekonomiannya justru semakin meningkat. Kalau kita lihat disana,mobil-mobil  lama tahun 60an dijadikan asset Negara. Pariwisatanya semakin meningkat. Situasi di laut Cina Selatan yang panas,yang  menjadi perebutan kepentingan Amerika dan Cina karena disitu ada ladang minyak.

Indonesia mengalami  pemangkasan subsidi. Karena untuk mengurangi beban Negara dalam memberikan bantuan subsidi yang dinilai cukup besar.Tahun depan kenaikan BBM akan ditetapkan sekitar Maret-April , dan TDL juga akan naik. Program MP3EI tentang pembangunan infrastruktur yang ngotot dipercepat, soal bank-bank tanah untuk infrastruktur sedang dipetakan. Kalau bicara investasi , di Indonesia investasi terbesar adalah investasi dari asing.  Sekitar 60 % dari asing. Dan 40 % dari domestic. Jelas bahwa yang menguasai Indonesia sekarang ini adalah pihak asing.
Gejolak sosial yang akhir-akhir ini melanda di berbagai wilayah , karena ada persengketaan tanah seperti di Mesuji , yang sebelumnya sebenarnya sudah banyak konflik agraria. Dan semuanya membawa korban dari warga sipil , yaitu rakyat yang menuntut haknya agar tidak dirampas dan dicuri.  Dan konflik pertambangan seperti yang terjadi di Freeport dan di Bima. Konflik Bima yang membawa korban meninggal ( 6 orang ) karena ditembak mati oleh aparat keamanan , membuktikan bahwa pemerintah dan aparat keamanan / polisi tidak melindungi rakyatnya , justru melindungi kepentingan modal ( kapitalisme ).

Dengan masuknya PT Sumber Mineral Nusantara yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Arc Exploration Ltd dari Australia. Yang akan mengelola pertambangan di Bima selain ia akan memperlancar arus modal dari luar, kedua dengan dibukanya pertambangan di sape, lambu dan sebagian besar wilayah di Indonesia tentunya membutuhkan alat dan perlengkapan pertambangan, yang tidak mungkin di dapatkan dari industry dalam negeri, tentunya kebutuhan akan mesin-mesin tambang dan teknologinya akan di suplay dari hasil produksi industry Negara-negara kapitalis. Jelas lah apa kepentingan kapitalis terhadap pembukaan lahan tambang di seluruh wilayah Indonesia tidak lain adalah untuk mencari pasar baru agar komoditas (hasil produksi) yang ia hasilkan dapat terserap oleh pasar.
Dan mungkin banyak lagi potensi konflik yang akan terjadi , mengingat banyaknya kasus sengketa tanah di Indonesia. sebagian besar kasusnya berhadapan dengan kepentingan pemerintah dan pemodal. Seperti perusahaan yang menyerobot lahan rakyatnya. Setidaknya ada 1000 kasus potensi konflik agraria. Semuanya itu saling berkaitan antara kepentingan rakyat sebagai buruh dan tani diganggu oleh kepentingan modal besar.

Mengingat akan banyaknya  konflik yang akan terjadi kemarin dan sekarang , serta potensi konflik yang semakin banyak ke depannya , maka bagaimanakah kita sebagai gerakan rakyat dan rakyat itu  menyikapinya ?????

Tentu saja ini semua adalah bencana. Bencana yang disebabkan oleh suatu system yang menghamba kepada modal ( kapitalisme ). Dan lagi-lagi rakyat yang menjadi korban. Kejadian di Bima membuktikan betapa rakusnya pemodal itu merampas hak-hak rakyat. Dan pemerintah yang seharusnya melindungi kepentingan rakyat , justru melawan rakyat itu sendiri dengan senjatanya yaitu aparat keamanan. Aparat keamanan sebagai anjing penjaga modal selalu melakukan kekerasan militer terhadap rakyat.
Rakyat yang sudah kebingungan dan menilai bahwa pemerintahan rezim ini sudah bobrok dan kejam. Dan rakyat memerlukan sebuah penyadaran dan arahan untuk segera kritis dan mau membaur dalam sebuah gerakan untuk menuntut rezim ini. Tapi memang keadaan sekarang ini, di tengah situasi pragmatis yang mempopuliskan orang-orang untuk berbuat oportunis, memerlukas kerja ekstra keras di kaum-kaum gerakan agar segera menyadarkan rakyat yang masih terjebak dalam mimpi-mimpi idealis.

Dan gejolak-gejolak sosial yang terjadi di masyarakat , yang menjadikannya resisten terhadap penindas yaitu pemodal dan penguasa ( pemerintah dan Negara ) adalah proses untuk mempertajam kontradiksi yang ada di masyarakat. Kontradiksi kelas inilah yang mempunyai potensi untuk membentuk kesadaran kelas. Tentunya peran gerakan rakyat sangat penting disini. Bagaimana dia menyadarkan rakyat akan adanya penindasan model baru , dan bagaimana solusi untuk itu. Tentu saja ini juga merupakan pembentukan suatu hegemoni kelas untuk mengcounter hegemoni populis yang kapitalistik sekarang ini. Pembangunan hegemoni kelas bisa dimulai di lingkungan perjuangan masing-masing organisasi.

Seperti organisasi mahasiswa yang senantiasa mengorganisir mahasiswa-mahasiswanya , mengagitasi dan berpropaganda , dan mempraktekkannya dalam aksi massa. Di organisasi buruh juga sama seperti itu, organisasi petani, pemuda dan sebagainya. Jikalau sudah kuat bangunan pondasi organisasi-organisasi itu, maka himpunlah menjadi kekuatan multi sector yang bersatu membentuk aliansi. Tentunya ini harus melalui proses yang panjang dan tidak gampang. Atau jika yang populis gerakan di suatu tempat itu gerakan mahasiswa, seperti di Yogyakarta ini , maka sebisa mungkin organ-organ mahasiswa ini beraliansi dalam suatu persatuan , entah itu sifatnya taktis ataupun strategis. Entah itu mono sector atau multi sektor. Dan kemampuan untuk memobilisir massa dalam aksi adalah hal yang penting. Persatuan yang bersifat taktis tapi bisa memobilisir massa yang riil adalah lumayan untuk membangun tahapan menuju yang lebih strategisnya. Hukum dialektika mengatakan bahwa factor perubahan kuantitas menjadi kualitas adalah syarat proses dialektika itu. Adanya kontradiksi di masyarakat karena masyarakat melakukan pengingkaran terhadap suatu system , ditambah penghimpuan kekuatan massa dalam kuantitas ditingkatkan menjadi kualitas adalah proses dialektika gerakan.

Dalam prakteknya adalah bagaimana memobilisir massa dan mengkongkritkan massa itu dalam aksi massa adalah penting dan substansial. Maka dari itu penguatan internal organisasilah hal yang harus dilakukan awalnya, termasuk bagaimana menambah, menjaga dan mengkualitaskan anggotanya. Pengawalan massa dalam sebuah  organisasi adalah penting. Setelah proses itu dilakukan ,  dan kemudian kelihatan hasilnya dalam hal kuantitas dan kualitas , praktekkanlah dalam kerja-kerja politik seperti advokasi kasus, sampai aksi massa.
Setelah bangunan bawahnya kuat, bangunlah bangunan atasnya. Bangunan atasnya bisa dengan kerja-kerja politik seperti aksi massa. Banguan bawah dan atas bersifat menyambung , tidak terputus, dan koordinatif. Jika bisa seperti ini , maka terciptalah pondasi organisasi dan gerakan. Tapi seringkali pekerjaan untuk memperkuat bangunan bawahnya ini disepelekan. Mentang-mentang sudah mempunyai basis massa , maka politik atasnya kenceng. Bangunan atas jika tidak ditopang bangunan bawahnya maka akan runtuh. Evaluasi dalam aksi yang itu bersifat aliansi adalah kuantitas orang yang tidak bertambah, itu itu saja orangnya. Jangankan aliansi , terkadang aksi per organ saja seperti itu. Terkesan tidak ada generasi dan regenerasi.

Tapi minimal ada penyikapan tentang permasalahan yang terjadi, entah itu bersifat urgent atau tidak , besar atau kecil kekuatan gerakan, yang menghasilkan dampak, baik besar atau kecil dampak itu. Daripada tidak ada penyikapan sama sekali terhadap suatu permasalahan , baik dalam suatu organ ataupun aliansi organ.

Selamat Natal dan Tahun Baru....

Tetap semangat ! Salam Pembebasan..!!

Yogyakarta , 26 Desember 2011


0 komentar:

FPBI

FPBI